Selasa, 03 Juni 2014

Mencari Presiden RI selanjutnya ????


satu bulan lagi.. tepatnya 9 juli 2014. kita akan menentukan pilihan siapa the next presiden RI.. perlombaan yang sangat alot.. hanya ada 2 pilihan.. Prwbowo-Hatta Rajasa di nomor urut 1, dan Jokowi-Jusuf Kalla pada nomor urut 2.. pilihan yang sangat sulit.. karena CaRI 1 (calon RI 1) merupakan putra-putra terpilih dari anak bangsa yang maju mencalonkan diri dan di calonkan menjadi presiden RI  selanjutnya.
menimbang dan mengamati rekam jejak kedua calon merupakan figur yang memiliki kelebihan masing-masing (kekurangannya tentu ada,.. tapi penulis susah mencarinya.. hehehe... maklum penulis sibuk mencari kekurangan diri sendiri..wkwkwk :-) )..

Selasa, 07 Januari 2014

Kata Kunci Penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai

Semangat Reformasi Birokrasi terus berjalan. Awal Tahun 2014, penulis selaku pegawai negeri suatu daerah di wajibkan menyusun Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) untuk bahan penilaian di akhir tahun ini. hal ini merupakan tindak lanjut dari PP no 46 tahun 2011 tentang sasaran Kinerja Pegawai dan Perka BKN No 1 tahun 2013.

Rabu, 28 Agustus 2013

employee empowerment versus bureaucratic systems in public health center (a case study research)



Employee empowerment is a process of making employees to acquire ability and competency to work so that they are able to perform their duties using maximum capacity by their own.
Task sharing is the basic raw material in the management of human resources in an organization, where a position is explained and given restrictions. This division of tasks is outlined in job descriptions. Job descriptions are a written statement explaining duties, working conditions and other aspects of a particular position 9. Job descriptions become the basis for establishing job specifications and job evaluation for officials who hold the position. Unclear job descriptions would make an employee uninformed of his duties and responsibilities; accordingly he would not be able to perform his job well. That is why job descriptions have crucial role in every organization10.

Pemberdayaan Karyawan Versus Birokrasi di Instansi pelayanan Publik



Pemberdayaan karyawan (employee empowerment) merupakan  suatu proses menjadikan karyawan memiliki daya dalam bekerja sehingga mengeluarkan kemampuannnya secara maksimal dengan dipicu ataupun inisiatif diri sendiri.

Rabu, 26 Juni 2013

Pemberdayaan Karyawan di Rumah Sakit



Pemberdayaan Karyawan di Rumah Sakit
(Studi Kasus di bagian Manajemen RSUD dr. H. Mohamad Rabain
Kabupaten Muara Enim)
Employee Empowerment in Hospital
(Case Study in Mohamad Rabain Hospital in Muara Enim, South Sumatera Province)

Fauzil Ansyori [1] Adi Utarini [2]  Andreasta Meliala[3]

Abstract
Background; Employee empowerment is the key to success for an organization in facing the globalization era. Hospital, as an organization working in the field of health care in the era of globalization, smart technology, which focuses on customer satisfaction, needs to empower its employees. A number of studies in the literature of health services (public health care) has suggested that employee empowerment is related to job satisfaction, productivity, performance, organizational commitment, and organizational sustainability. However, most of the studies were conducted on nurses, the foremost human resources in hospital; the investigator had not been able to locate such research on management staff (structural section), which was argued to also play a crucial role in supporting and facilitating the passage of service.

Rabu, 29 Mei 2013

KUNCI-KUNCI KEBAHAGIAAN

inilah kunci kebahagiaan yang sering saya lupakan..

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ............Part 2



  1. Pembahasan
  1. Gambaran Power  Karyawan Bagian Manajemen
Kanter (1993) percaya bahwa akses pertama dalam pemberdayaan karyawan adalah tingkat kekuasaan formal (formal power) dan informal (informal power) yang dimiliki individu dalam organisasi. Kekuasaan formal berasal dari pekerjaan dan karyawan yang mempunyai fleksibilitas, visibilitas, dan kreativitas. Kekuasaan formal juga berasal dari pekerjaan yang dianggap relevan dengan pendidikan (kompetensi) dan bermanfaat bagi organisasi. Kekuasaan informal dikembangkan dari hubungan dan jaringan dengan rekan kerja, bawahan-atasan, dan hubungan di luar organisasi.